Penilaian (assessment) buku catatan interaktif merupakan jenis
penilaian portofolio, dan menempati persentase paling besar dalam
pengukuran kuantitatif hasil belajar siswa--dengan kisaran antara
30%-50% dari nilai total siswa. Bobot sebesar ini dimaksudkan untuk
memberikan penekanan pentingnya arti buku catatan dalam proses belajar
siswa. Dengan melengkapi buku catatan dengan ketentuan yang sebenarnya,
selain akan mendapatkan sebuah bukti proses belajar (dan juga
meningkatnya kemampuan analitis sehingga akan mampu menyelesaikan soal
dengal baik), siswa juga menjadi terbiasa dengan pengorganisasian ide
dan konsep serta menjadi lebih terampil dalam merumuskan suatu rangkaian
proses yang berujung pada satu kesimpulan. Dengan demikian proses
belajar siswa lebih dihargai, dan diharapkan ada perubahan cara pandang
siswa terhadap proses belajar (bahwa belajar tidak semata-mata berarti
menjawab soal ulangan atau ujian) dan di ujungnya diharapkan juga ada
perbaikan sikap belajar, yaitu siswa lebih menikmati belajar sebagai
sebuah proses yang menyenangkan dan bermakna karena semua konsep
didapatkan dari sebuah proses belajar yang total melibatkan semua aspek
kecakapan yang ada pada manusia daripada mendapatkan pemahamannya dari
hafalan (biasanya berkisar pada definisi dan soal-soal pilihan ganda)
ataupun dari penjelasan ala ceramah yang abstrak.
Parameter penilaian yang digunakan dirangkum dalam satu tabel yang disebut
rubrik. Selain menjadi pegangan guru, rubrik juga bisa digunakan siswa dalam
menilai pencapaiannya setiap saat. Rubrik ini ditempelkan di halaman awal buku
catatan, sehingga bisa diakses dengan mudah oleh siswa. Diharapkan dengan
dicantumkannya rubrik di dalam buku catatan ini, siswa akan senantiasa dan terus
menerus mengupgrade performance-nya. Rubrik ini bisa dibuat berdasarkan
skor (1-5 atau 5-10) atau berdasarkan item yang wajib ada di buku catatan
(kerapian, daftar isi, halaman awal tiap unit, halaman
inkuri/pertanyaan-pertanyaan, input-output, daily reflection ataupun essai di
halaman akhir tiap unit). Penilaian berdasarkan skor memang lebih mudah dilakukan, namun penilaian
yang dilakukan hanya bersifat global dengan melihat secara sekilah kelengkapan
dan kualitas item yang ada di dalam buku catatan siswa. Penilaian yang lebih
fair adalah berdasarkan item, hanya saja cara ini lebih menyita waktu karena
harus melihat item satu persatu berikut skornya, dan selanjutnya melakukan
perhitungan untuk mendapatkan nilai akhir. Berikut ini link rubrik berbahasa Inggris.
Rubrik berdasarkan item
Rubrik berdasarkan skor
Categories
-
Menurut definisinya, Graphic Organizer adalah Grafik Visual yang menampilkan hubungan antara berbagai ide, konsep, fakta dan istilah d...
-
Untuk membuat buku catatan interaktif sangat mudah, yang kita butuhkan hanya sebuah buku catatan spiral ukuran 8,5 inchi x 11 inchi (i...
-
Penilaian (assessment) buku catatan interaktif merupakan jenis penilaian portofolio, dan menempati persentase paling besar dalam pengukura...
-
Seperti sudah dijelaskan di post sebelumnya, halaman sebelah kiri didedikasikan sepenuhnya untuk menampung berbagai hasil belajar mandi...
-
Kali ini saya akan membahas mengenai foldable (lipatan kertas). Sejarah foldable ini di dunia pendidikan berawal sekitar 40 tahun lalu,...
-
Buku Catatan Sains Interaktif (Interactive Science Notebook) merupakan suatu tool (alat) yang menunjang proses pembelajaran dengan metode ...
-
Buku catatan ini berbeda dengan buku catatan biasa karena buku ini akan merekam semua proses berpikir dan aktivitas belajar siswa. Buku...
-
Ada berbagai institusi yang melakukan riset dan memformulasikan skill yang diperlukan di abad 21. Salah satu di antaranya adalah ATC21S yang...
-
Halaman sebelah kanan digunakan untuk merekam semua kegiatan belajar selama di kelas dan difungsikan sebagai referensi bagi aktivitas mandir...
Blog Archive
Followers
About
Powered by Blogger.
Showing posts with label Buku catatan interaktif. Show all posts
Showing posts with label Buku catatan interaktif. Show all posts
Penilaian Buku Catatan
Thursday, May 9, 2013
Labels:
assessmen untuk buku catatan sains interaktif,
Buku catatan interaktif,
penilaian portofolio,
rubrik untuk buku catatan interaktif
Posted by Unknown at 11:12 PM 0 comments
Graphic Organizer Sebagai Output
Monday, May 6, 2013
Labels:
Buku catatan interaktif,
Concept Mapping,
Grahic Organizer,
Mind Mapping,
Peta Konsep
Menurut definisinya, Graphic Organizer adalah Grafik Visual yang menampilkan
hubungan antara berbagai ide, konsep, fakta
dan istilah dalam satu topik utama. Graphic organizer kadang disebut
juga dengan nama peta konsep atau diagram konsep.
Keuntungan Penggunaan Graphic Organizer:
Penggunaan graphic organizer di dalam kelas akan memberikan keuntungan bagi dua pihak yang terlibat di dalam proses belajar mengajar, yaitu siswa dan guru.
Untuk guru:
1. Membantu untuk melihat level kemampuan siswa.
2. Membantu untuk mengasses proses berpikir siswa.
3. Membantu guru untuk mendapatkan umpan balik proses belajar siswa.
Untuk siswa:
1. Membantu memperjelas hubungan antara berbagai
konsep yang sudah dipelajari
2. Membantu siswa dalam merapikan berbagai konsep, ide, teori dan istilah yang sudah dan sedang dipelajari.
Penggunaan Graphic Organizer untuk Buku Catatan Interaktif
Graphic organizer ini bisa menjadi alat bantu siswa dalam memproses semua informasi yang didapatkan melalui proses belajar baik itu dari aktivitas di dalam lab dan kelas maupun informasi yang berasal dari sumber lain seperti internet, buku, koran dan majalah. Semua informasi ini dijalin hingga menjadi satu kesatuan dan terkoneksikan dengan alur proses belajar sebagai proses pengkoneksian data dan informasi, dan nantinya akan menjadi bahan bukti/evidence yang mendukung ataupun membantah hipotesis yang sudah terumuskan di awal setiap unit/bab. Pembuatan graphic ini hendaknya menjadi domain siswa, tetapi gurulah yang berperan dalam memperkenalkan, melatih dan memberikan penilaian sehingga siswa terbiasa menggunakannya sebagai bagian dari proses analisa. Berikut ini akan disajikan beberapa contoh graphic organizer yang lazim dipakai.
Jenis-jenis Graphic Organizer
1. Peta Deskriptif
Diagram ini cocok untuk menggambarkan informasi yang bersifat
umum dan berjenjang serta melibatkan detail yang diperlukan untuk mendukung
informasi utama yang hendak dipetakan.
2. Pohon Jaringan
Diagram ini sangat cocok untuk memperlihatkan
hubungan yang hirarkis dengan satu ide/informasi/masalah utama.
3. Diagram Alir/Flow Chart
Diagram ini menceritakan langkah-langkah yang bisa
diambil beserta pilihan-pilhan dan konsekuensinya.
4. Bagan T / T-Chart
Bagan
ini cocok digunakan untuk membandingkan dua konsep atau topic secara sederhana.
5. Tabel 4 kolom
Tuliskan topik yang hendak dijabarkan, dan tambahkan
detail di setiap kolom yang berada di bawahnya. Sebenarnya kolom yang digunakan
bisa bervariasi tergantung pada jumlah detail yang ada pada topik yang bersangkutan.
6. Diagram Venn
Diagram ini melukiskan perbedaan dan persamaan di
antara dua atau lebih topik, konsep ataupun masalah yang hendak dijabarkan.
7. Jaring Kata/ Word Web
Bagan ini bisa digunakan untuk menjabarkan berbagai
hal, mulai dari masalah, ide dan gagasan serta teori yang sedang dipelajari.
Lingkaran besar yang terletak di tengah merupakan ide utama ataupun
permasalahan utama yang hendak dicari solusinya. Lingkaran-lingkaran kecil yang
terhubung dengan garis ke lingkaran utama merupakan permasalahan ataupun konsep
yang terkait (merupakan bagian) dengan permasalahan atau konsep yang tertulis
di lingkaran utama. Elips-elips kecil yang terhubung dengan lingkaran-lingkaran
kecil adalah solusi ataupun detail dari permasalahan pada lingkaran kecil tadi.
8. Bandingkan dan Bedakan
Bagan ini sangat cocok digunakan untuk menerangkan
jenis-jenis perbedaan yang ada di antara dua konsep. Kotak dengan ujung
membulat merupakan tempat bagi fitur yang ada di kedua konsep, sedangkan
lingkaran-lingkaran di kanan dan kirinya merupakan jenis perbedaannya.
9. Bagan E
Bagan ini digunakan untuk menjelaskan secara detail suatu
konsep atau ide (detail dituliskan di bagian E).
10. Bagan KWS
Bagan ini cocok digunakan dalam proses perencanaan belajar.
11. Peta Persuasi/Persuasion Map
Bagan ini bisa digunakan untuk menerangkan suatu
tujuan karena dilengkapi dengan detail dari alas an berupa fakta/contoh.
12. Bagan Problem-Solusi
Bagan ini digunakan untuk pencarian solusi dari suatu
masalah yang penjabarannya mencakup variable-variabel yang mempengaruhi suatu
penyebab timbulnya masalah beserta efek yang dihasilkan dan kemungkinan solusi
yang bisa didapatkan.
13. Peta Laba-laba
Peta ini cocok untuk memaparkan konsep atau masalah
yang tidak hirarkis/berjenjang.
14. Timeline
Bagan waktu ini digunakan untuk suatu perencanaan
kegiatan seperti proyek sains ataupun kegiatan belajar mandiri.
15. Segitiga Terbalik
Bagan ini digunakan untuk mencari suatu topik/ide yang
paling khusus dari suatu topik/ide umum.
16. Outline Problem-Solusi
Bagan ini sangat cocok digunakan untuk mengevaluasi permasalahan
beserta solusi yang sudah dilaksanakan dan mencari kemungkinan solusi yang
lebih tepat.
17. Bagan Tulang Ikan
Bagan ini bisa digunakan untuk memetakan hubungan
antara hubungan sebab akibat yang kompleks dan unik.
Posted by Unknown at 4:09 AM 0 comments
Subscribe to:
Posts (Atom)















