Bagaimana Cara Mengintegrasikan Konten Belajar dengan Skill Abad 21

Friday, May 10, 2013 Labels: , ,

Ada berbagai institusi yang melakukan riset dan memformulasikan skill yang diperlukan di abad 21. Salah satu di antaranya adalah ATC21S yang membagi skill abad 21 ke dalam empat kategori, yaitu:
1. Cara berpikir; berpikir kritis, kreativitas, problem-solving, decision-making and learning.
2. Cara bekerja; komunikasi dan kerja sama (collaboration).
3. Alat untuk bekerja; teknologi informasi dan komunikasi dan melek informasi (information literacy).
4. Skill untuk hidup di dunia (life skill); kewarganegaraan, hidup dan karir, tanggung jawab pribadi dan sosial.

Di antara empat kategori di atas, ada 3 skill penting yang bisa di integrasikan dan memang sangat diperlukan dalam pelaksanaan metode berbasiskan proyek, yaitu berpikir kritis, komunikasi dan kerja sama. Peran guru dalam hal ini adalah mengajarkan atau lebih tepatnya melatih siswa menggunakan skill ini dalam mengerjakan proyek. Sebelum melaksanakan proyek yang sebenarnya, guru bisa memberikan suatu contoh proyek dan meminta siswa untuk merancang langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Dalam menentukan langkah ini, siswa-siswa akan mendemonstrasikan kerja sama dengan berdiskusi, membagi peran, mengatur beban tugas masing-masing siswa dalam bimbingan guru. Siswa juga akan dibimbing dalam mencari jawaban atas semua masalah yang muncul dan mendemonstrasikan cara berpikir kritis. Terakhir siswa akan dibimbing bagaimana mengkomunikasikan hasil dinamika di dalam kelompoknya masing-masing melalui presentasi, penulisan makalah dan pamflet ataupun leaflet. Di dalam latihan ini akan terlihat bagaimana peran konten atau pengetahuan yang dimiliki siswa dalam men-drive dinamika kelompok. Siswa yang memiliki pengetahuan terlihat lebih dominan, sedangkan sebaliknya akan terlihat seperti menarik diri. Di sinilah arti penting peran guru dalam memberikan konten yang sama kepada semua siswa sebelum suatu proyek dimulai. Guru tidak bisa hanya sekedar meberikan suatu tugas proyek kepada siswa secara berkelompok tanpa memperhitungkan konten dan juga skill yang harus dimiliki oleh siswa untuk mengerjakan proyek ini sehingga berhasil dengan baik. Keberhasilan suatu proyek tidak hanya dinilai dari produknya semata, namun juga dari dinamika internal di dalam kelompok dan pemahaman siswa terhadap tugas dan perannya di dalam kelompok.

Penilaian Buku Catatan

Thursday, May 9, 2013 Labels: , , ,

Penilaian (assessment) buku catatan interaktif merupakan jenis penilaian portofolio, dan menempati persentase paling besar dalam pengukuran kuantitatif hasil belajar siswa--dengan kisaran antara 30%-50% dari nilai total siswa. Bobot sebesar ini dimaksudkan untuk memberikan penekanan pentingnya arti buku catatan dalam proses belajar siswa. Dengan melengkapi buku catatan dengan ketentuan yang sebenarnya, selain akan mendapatkan sebuah bukti proses belajar (dan juga meningkatnya kemampuan analitis sehingga akan mampu menyelesaikan soal dengal baik), siswa juga menjadi terbiasa dengan pengorganisasian ide dan konsep serta menjadi lebih terampil dalam merumuskan suatu rangkaian proses yang berujung pada satu kesimpulan. Dengan demikian proses belajar siswa lebih dihargai, dan diharapkan ada perubahan cara pandang siswa terhadap proses belajar (bahwa belajar tidak semata-mata berarti menjawab soal ulangan atau ujian) dan di ujungnya diharapkan juga ada perbaikan sikap belajar, yaitu siswa lebih menikmati belajar sebagai sebuah proses yang menyenangkan dan bermakna karena semua konsep didapatkan dari sebuah proses belajar yang total melibatkan semua aspek kecakapan yang ada pada manusia daripada mendapatkan pemahamannya dari hafalan (biasanya berkisar pada definisi dan soal-soal pilihan ganda) ataupun dari penjelasan ala ceramah yang abstrak.

Parameter penilaian yang digunakan dirangkum dalam satu tabel yang disebut rubrik. Selain menjadi pegangan guru, rubrik juga bisa digunakan siswa dalam menilai pencapaiannya setiap saat. Rubrik ini ditempelkan di halaman awal buku catatan, sehingga bisa diakses dengan mudah oleh siswa. Diharapkan dengan dicantumkannya rubrik di dalam buku catatan ini, siswa akan senantiasa dan terus menerus mengupgrade performance-nya. Rubrik ini bisa dibuat berdasarkan skor (1-5 atau 5-10) atau berdasarkan item yang wajib ada di buku catatan (kerapian, daftar isi, halaman awal tiap unit, halaman inkuri/pertanyaan-pertanyaan, input-output, daily reflection ataupun essai di halaman akhir tiap unit). Penilaian berdasarkan skor memang lebih mudah dilakukan, namun penilaian yang dilakukan hanya bersifat global dengan melihat secara sekilah kelengkapan dan kualitas item yang ada di dalam buku catatan siswa. Penilaian yang lebih fair adalah berdasarkan item, hanya saja cara ini lebih menyita waktu karena harus melihat item satu persatu berikut skornya, dan selanjutnya melakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai akhir. Berikut ini link rubrik berbahasa Inggris.

Rubrik berdasarkan item
Rubrik berdasarkan skor

Graphic Organizer Sebagai Output

Monday, May 6, 2013 Labels: , , , ,


Menurut definisinya, Graphic Organizer adalah Grafik Visual yang menampilkan hubungan antara berbagai ide, konsep, fakta  dan istilah dalam satu topik utama. Graphic organizer kadang disebut juga dengan nama peta konsep atau diagram konsep.

Keuntungan Penggunaan Graphic Organizer:
Penggunaan graphic organizer di dalam kelas akan memberikan keuntungan bagi dua pihak yang terlibat di dalam proses belajar mengajar, yaitu siswa dan guru.

Untuk guru:
1. Membantu untuk melihat level kemampuan siswa.
2. Membantu untuk mengasses proses berpikir siswa.
3. Membantu guru untuk mendapatkan umpan balik proses belajar siswa.

Untuk siswa:
      1. Membantu memperjelas hubungan antara berbagai konsep yang sudah dipelajari
2. Membantu siswa dalam merapikan berbagai konsep, ide, teori dan istilah yang sudah dan sedang dipelajari.
      
Penggunaan Graphic Organizer untuk Buku Catatan Interaktif
Graphic organizer ini bisa menjadi alat bantu siswa dalam memproses semua informasi yang didapatkan melalui proses belajar baik itu dari aktivitas di dalam lab dan kelas maupun informasi yang berasal dari sumber lain seperti internet, buku, koran dan majalah. Semua informasi ini dijalin hingga menjadi satu kesatuan dan terkoneksikan dengan alur proses belajar sebagai proses pengkoneksian data dan informasi, dan nantinya akan menjadi bahan bukti/evidence yang mendukung ataupun membantah hipotesis yang sudah terumuskan di awal setiap unit/bab. Pembuatan graphic ini hendaknya menjadi domain siswa, tetapi gurulah yang berperan dalam memperkenalkan, melatih dan memberikan penilaian sehingga siswa terbiasa menggunakannya sebagai bagian dari proses analisa. Berikut ini akan disajikan beberapa contoh graphic organizer yang lazim dipakai.

Jenis-jenis Graphic Organizer
1. Peta Deskriptif  


Diagram ini cocok untuk menggambarkan informasi yang bersifat umum dan berjenjang serta melibatkan detail yang diperlukan untuk mendukung informasi utama yang hendak dipetakan.

 2. Pohon Jaringan
Diagram ini sangat cocok untuk memperlihatkan hubungan yang hirarkis dengan satu ide/informasi/masalah utama.

3. Diagram Alir/Flow Chart
  Diagram ini menceritakan langkah-langkah yang bisa diambil beserta pilihan-pilhan dan konsekuensinya.

4. Bagan T / T-Chart
Bagan ini cocok digunakan untuk membandingkan dua konsep atau topic secara sederhana.

5. Tabel 4 kolom

Tuliskan topik yang hendak dijabarkan, dan tambahkan detail di setiap kolom yang berada di bawahnya. Sebenarnya kolom yang digunakan bisa bervariasi tergantung pada jumlah detail yang ada pada topik yang bersangkutan.


6. Diagram Venn



Diagram ini melukiskan perbedaan dan persamaan di antara dua atau lebih topik, konsep ataupun masalah yang hendak dijabarkan.

7. Jaring Kata/ Word Web


Bagan ini bisa digunakan untuk menjabarkan berbagai hal, mulai dari masalah, ide dan gagasan serta teori yang sedang dipelajari. Lingkaran besar yang terletak di tengah merupakan ide utama ataupun permasalahan utama yang hendak dicari solusinya. Lingkaran-lingkaran kecil yang terhubung dengan garis ke lingkaran utama merupakan permasalahan ataupun konsep yang terkait (merupakan bagian) dengan permasalahan atau konsep yang tertulis di lingkaran utama. Elips-elips kecil yang terhubung dengan lingkaran-lingkaran kecil adalah solusi ataupun detail dari permasalahan pada lingkaran kecil tadi.

8. Bandingkan dan Bedakan


Bagan ini sangat cocok digunakan untuk menerangkan jenis-jenis perbedaan yang ada di antara dua konsep. Kotak dengan ujung membulat merupakan tempat bagi fitur yang ada di kedua konsep, sedangkan lingkaran-lingkaran di kanan dan kirinya merupakan jenis perbedaannya.

9. Bagan E


Bagan ini digunakan untuk menjelaskan secara detail suatu konsep atau ide (detail dituliskan di bagian E).

10. Bagan KWS


Bagan ini cocok digunakan dalam proses perencanaan belajar.

11. Peta Persuasi/Persuasion Map


Bagan ini bisa digunakan untuk menerangkan suatu tujuan karena dilengkapi dengan detail dari alas an berupa fakta/contoh.

12. Bagan Problem-Solusi


Bagan ini digunakan untuk pencarian solusi dari suatu masalah yang penjabarannya mencakup variable-variabel yang mempengaruhi suatu penyebab timbulnya masalah beserta efek yang dihasilkan dan kemungkinan solusi yang bisa didapatkan.

13. Peta Laba-laba


Peta ini cocok untuk memaparkan konsep atau masalah yang tidak hirarkis/berjenjang.

14. Timeline


Bagan waktu ini digunakan untuk suatu perencanaan kegiatan seperti proyek sains ataupun kegiatan belajar mandiri.

15. Segitiga Terbalik

Bagan ini digunakan untuk mencari suatu topik/ide yang paling khusus dari suatu topik/ide umum.

16. Outline Problem-Solusi

Bagan ini sangat cocok digunakan untuk mengevaluasi permasalahan beserta solusi yang sudah dilaksanakan dan mencari kemungkinan solusi yang lebih tepat.

17. Bagan Tulang Ikan

Bagan ini bisa digunakan untuk memetakan hubungan antara hubungan sebab akibat yang kompleks dan unik.